Prestasi pertama –dan satu-satunya- yang aku peroleh di level pendidikan (Perguruan Tinggi) ini adalah dari cabang olahraga, yaitu sepak bola mini yang diprakarsai oleh lembaga olahraga kampus. Meskipun kebanyakan aku tidak dimainkan karena menjadi pemain cadangan, namun aku turut bahagia menjadi bagian dari para juara. Saat itu di final kami mengalahkan angkatan 2005, yang didalamnya terdapat salah satu kakak Disma yang bermain. Pertandingan berlangsung agak keras, karena mungkin tingginya ego dari beberapa pemain. Bagi kami yang masih Maba, hal tersebut merupakan momen terbaik untuk membuktikan kalau kami juga bisa menjadi yang terbaik, sedangkan bagi angkatan 2005 mungkin hal tersebut mempertaruhkan keberadaan mereka yang lebih dulu ada atau adanya sikap senioritas, terlebih di dalamnya ada pemain yang notabenya adalah kaka Disma.
Memang hadiah juara dalam bentuk materi itu tidak ada karena kami sepakat hadiah juara dibuat untuk makan bersama. Namun kebersamaan dan canda tawa para pemain adalah hal terpenting dari materi yang tidak seberapa. Tentang acara makan bersama, itu merupakan pengalaman pertamaku makan bersama dengan teman-teman baru -Maba-, karena sebelumnya acara makan bersama aku lakukan bersama teman-teman SMA
Senin, 30 Juli 2012
Selasa, 24 Juli 2012
Efek Lupa!!
Tidak disangka, waktu yang dinanti akan datang. Padahal seperti baru kemarin saja aku disini, kota dingin dan sejuk ini. Esok, adalah hari terakhir aku ada disini, meninggalkan semua kenangan yang hebat. Banyak peristiwa-peristiwa yang mengagumkan dalam perjalanan hidupku di kota ini, sedih, senang, bahkan duka sudah aku jalani. Namun hidup haruslah terus berjalan, menatap esok yang tetap menjadi misteri.
Jika Tuhan menciptakan awal, pasti Dia juga menciptakan yang namanya akhir. Aku sudah merasakan awal hidup di kota ini yang penuh dengan pelajaran kehidupan, dan sekarang saatnya menjelang akhir aku menjejakkan kaki disini. Cukup berat untuk meninggalkan ini semua, namun ini harus aku lakukan untuk kebaikan kehidupanku kelak.
Dari semua peristiwa yang aku rasakan disini, ada salah satu yang menjengkelkan dan membuat hidup tidak damai, yaitu lupa. Lupa merupakan suatu aktifitas dimana manusia tidak bisa mengingat dengan baik apa yang teah dikerjakannya dan itupun sering melandaku.
Dari semua peristiwa yang aku rasakan disini, ada salah satu yang menjengkelkan dan membuat hidup tidak damai, yaitu lupa. Lupa merupakan suatu aktifitas dimana manusia tidak bisa mengingat dengan baik apa yang teah dikerjakannya dan itupun sering melandaku.
Sabtu, 21 Juli 2012
Islam, Perjuangan Etis ataukah Ideologi?
Artikel ini merupakan tulisan KH. Abdurrahman Wahid dalam bukunya "Islamku Islam Anda Islam Kita"
Pada suatu pagi selepas olahraga jalan-jalan, penulis diminta oleh sejumlah orang untuk memberikan apa yang mereka namakan “petuah”. Saat itu, ada Kyai Aminullah Muchtar dari Bekasi, sejumlah aktifis NU dan PKB dan sekelompok pengikut aliran kepercayaan dari Samosir. Dalam kesempatan itu, penulis mengemukakan pentingnya memahami arti yang benar tentang Islam. Karena ditafsirkan secara tidak benar, maka Islam tampil sebagai ajakan untuk menggunakan kekerasan/ terorisme dan tidak memperhatikan suara-suara moderat. Padahal, justru Islam-lah pembawa pesan-pesan persaudaraan abadi antara umat manusia, bila ditafsirkan secara benar. Pada kesempatan itu, penulis mengajak terlebih dahulu memahami fungsi Islam bagi kehidupan manusia. Kata al-Qurân, Nabi Muhammad Saw diutus tidak lain untuk membawakan amanat persaudaraan dalam kehidupan (wa mâ arsalnâka illâ rahmatan lil ‘âlamîn) (QS al-Anbiya [21]:107), dengan kata “rahmah” diambilkan dari pengertian “rahim” ibu, dengan demikian manusia semuanya bersaudara. Kata “’alamîn” di sini berarti manusia, bukannya berarti semua makhluk yang ada. Jadi tugas kenabian yang utama adalah membawakan persaudaraan yang diperlukan guna memelihara keutuhan manusia dan jauhnya tindak kekerasan dari kehidupan. Bahkan dikemukakan penulis, kaum muslimin diperkenankan menggunakan kekerasan hanya kalau aqidah mereka terancam, atau mereka diusir dari tempat tinggalnya (idzâ ukhriju min diyârihim). Kemudian, penulis menyebutkan disertasi doktor dari Charles Torrey yang diajukan kepada Universitas Heidelberg di Jerman tahun 1880. Dalam disertasi itu, Torrey mengemukakan bahwa kitab suci al-Qurân menggunakan istilah-istilah paling duniawi, seperti kata “rugi”, “untung” dan “panen”, untuk menyatakan hal-hal yang paling dalam dari keyakinan manusia. Umpamanya saja, ungkapan “ia di akhirat menjadi orang-orang yang merugi (perniagaannya) (wa huwa fi al-âkhirati min alkhâsirîn)” (QS Ali Imran [3]:85). Begitu juga ayat lain, “menghutangi Allah dengan hutang yang baik (yuqridhullâha qardhan hasanan)” (QS al-Baqarah [2]:245), serta ayat “barang siapa menginginkan panen di akhirat, akan Ku-tambahi panenannya (man kâna yurîdu hartsa al-âkhirati nazid lahû fi hartsihi)” (QS al-Syûra [42]:20).
Dalam uraian selanjutnya, penulis mengemukakan pengertian negara dari kata “daulah”, yang tidak dikenal oleh al-Qur’an. Dalam hal ini, kata tersebut mempunyai arti lain, yaitu “berputar” atau “beredar”, yaitu dalam ayat “agar harta yang terkumpul itu tidak berputar/beredar antara orang-orang kaya saja di lingkungan anda semua (kailâ yakûna dûlatan baina al-aghniyâ’i minkum)” (QS al-Hasyr (59):7).
Pada suatu pagi selepas olahraga jalan-jalan, penulis diminta oleh sejumlah orang untuk memberikan apa yang mereka namakan “petuah”. Saat itu, ada Kyai Aminullah Muchtar dari Bekasi, sejumlah aktifis NU dan PKB dan sekelompok pengikut aliran kepercayaan dari Samosir. Dalam kesempatan itu, penulis mengemukakan pentingnya memahami arti yang benar tentang Islam. Karena ditafsirkan secara tidak benar, maka Islam tampil sebagai ajakan untuk menggunakan kekerasan/ terorisme dan tidak memperhatikan suara-suara moderat. Padahal, justru Islam-lah pembawa pesan-pesan persaudaraan abadi antara umat manusia, bila ditafsirkan secara benar. Pada kesempatan itu, penulis mengajak terlebih dahulu memahami fungsi Islam bagi kehidupan manusia. Kata al-Qurân, Nabi Muhammad Saw diutus tidak lain untuk membawakan amanat persaudaraan dalam kehidupan (wa mâ arsalnâka illâ rahmatan lil ‘âlamîn) (QS al-Anbiya [21]:107), dengan kata “rahmah” diambilkan dari pengertian “rahim” ibu, dengan demikian manusia semuanya bersaudara. Kata “’alamîn” di sini berarti manusia, bukannya berarti semua makhluk yang ada. Jadi tugas kenabian yang utama adalah membawakan persaudaraan yang diperlukan guna memelihara keutuhan manusia dan jauhnya tindak kekerasan dari kehidupan. Bahkan dikemukakan penulis, kaum muslimin diperkenankan menggunakan kekerasan hanya kalau aqidah mereka terancam, atau mereka diusir dari tempat tinggalnya (idzâ ukhriju min diyârihim). Kemudian, penulis menyebutkan disertasi doktor dari Charles Torrey yang diajukan kepada Universitas Heidelberg di Jerman tahun 1880. Dalam disertasi itu, Torrey mengemukakan bahwa kitab suci al-Qurân menggunakan istilah-istilah paling duniawi, seperti kata “rugi”, “untung” dan “panen”, untuk menyatakan hal-hal yang paling dalam dari keyakinan manusia. Umpamanya saja, ungkapan “ia di akhirat menjadi orang-orang yang merugi (perniagaannya) (wa huwa fi al-âkhirati min alkhâsirîn)” (QS Ali Imran [3]:85). Begitu juga ayat lain, “menghutangi Allah dengan hutang yang baik (yuqridhullâha qardhan hasanan)” (QS al-Baqarah [2]:245), serta ayat “barang siapa menginginkan panen di akhirat, akan Ku-tambahi panenannya (man kâna yurîdu hartsa al-âkhirati nazid lahû fi hartsihi)” (QS al-Syûra [42]:20).
Dalam uraian selanjutnya, penulis mengemukakan pengertian negara dari kata “daulah”, yang tidak dikenal oleh al-Qur’an. Dalam hal ini, kata tersebut mempunyai arti lain, yaitu “berputar” atau “beredar”, yaitu dalam ayat “agar harta yang terkumpul itu tidak berputar/beredar antara orang-orang kaya saja di lingkungan anda semua (kailâ yakûna dûlatan baina al-aghniyâ’i minkum)” (QS al-Hasyr (59):7).
Kamis, 19 Juli 2012
Catatan Akhir Kuliah 1
Aku teringat pertama kali ke Malang waktu Bapakku di ajak berlibur oleh Pak Sarozi –Kiai deket rumah- untuk liburan –entah dalam rangka apa liburannya aku tidak ingat-. Waktu itu aku masih sangat kecil, mungkin belum menginjak TK. Sepanjang perjalanan dari Probolinggo ke Malang dan sebaliknya aku selalu bertanya sama bapak “mana Malang, mana Malang?”, meskipun sudah sampai Malang aku masih saja bertanya-tanya seperti itu sama Bapak karena aku tidak mengetahui Malang itu apa, yang aku tahu Malang adalah sebuah ungkapan untuk menyatakan sebuah perasaan, yaitu sinonimnya kasihan. Liburan waktu itu yang aku ingat yaitu mengunjungi tempat wisata Sengkaling dan bermain wahana air dengan Bapak dan Pak Kiai, bermain sepeda air dan wahana lainnya. Itulah momen singkat yang aku ingat tentang kunjungaku ke Malang pertama kali, berlibur dengan Bapak dan Pak Kiai. Pengalaman kedua tentang Malang adalah ketika liburan kelas 6 Sekolah Dasar, pada kesempatan ini pengetahuanku tentang Malang sudah semakin berkembang dimana Malang dikenal dengan buah Apelnya dan kotanya yang sejuk dan menyegarkan. Namun ada pertanyaan dariku yang masih anak-anak yaitu kenapa apel Malang itu warnanya hijau dan kecil-kecil, berbeda dengan apel-apel –apel impor dari China- yang aku temui di pasar Probolinggo yang besar-besar dan warnanya merah. Sehingga saat hendak membelikan oleh-oleh apel untuk orang-orang di rumah aku membelikan apel yang warnanya ada merah-merahnya, karena pikirku waktu itu warna merah pada apel adalah tanda bahwa buah apel tersebut manis. Eh, ternyata sesampainya di rumah dan waktu memakan apel tersebut ternyata rasanya tetap asam, tapi tetap saja dimakan sama orang tuaku karena kata Bapak dan Ibuku memang begitulah rasa apel Malang yaitu manis asam, meskipun aku tidak bisa merasakan kenikmatan memakan apel yang asam itu. hehehe.
Malang juga merupakan tempat favorit untuk mengenyam pendidikan kuliah bagi saudara-saudaraku yang lebih tua, juga ada salah satu sanak saudara dari keluarga Ibuku yang berdomisili di Malang tepatnya di Singosari. Dan pernah salah satu saudari tuaku berkata kalau Malang itu kota kedua baginya, karena begitu banyaknya sanak keluarga yang mengenyam pendidikan perguruan tinggi disana, dan salah satunya saat ini adalah aku.
Malang juga merupakan tempat favorit untuk mengenyam pendidikan kuliah bagi saudara-saudaraku yang lebih tua, juga ada salah satu sanak saudara dari keluarga Ibuku yang berdomisili di Malang tepatnya di Singosari. Dan pernah salah satu saudari tuaku berkata kalau Malang itu kota kedua baginya, karena begitu banyaknya sanak keluarga yang mengenyam pendidikan perguruan tinggi disana, dan salah satunya saat ini adalah aku.
Selasa, 15 Mei 2012
Menanti..
Inilah akhir tersebut, akhir berkelana dengan pendidikan yang terangkum dalam lembaga pendidikan. Ya, aku sudah berada di tingkatan paling tinggi dalam kelembagaan pendidikan tersebut, yaitu dunia perkuliahan. Meskipun masih dalam level sarjana, bukan magister ataupun doktor, namun tetap saja tempat menempuh pendidikannya sama yaitu di pendidikan perkuliahan.
Pada masa ini aku sudah memasuki tahapan dimana hasil kerja kerasku berupa skripsi akan segera di ujikan. Menunggu kuota terpenuhi yang katanya minimal 9 orang dan pada tahapan menunggu ini aku merasa seperti orang yang kehilangan arah. Apakah dikarenakan ujiannya? Apakah dikarenakan karena sebentar lagi aku akan meninggalkan kota ini beserta seluruh isinya? Atau apakah karena yang lain. Aku masih belum menemukan jawabannya, yang jelas saat ini aku gelisah.
Aku berharap kegelisahan ini segera berakhir, mungkin aku gelisah karena menanti sebuah akhir perjalanan yang hebat di dunia pendidikan ini, meninggalkan orang-orang yang hebat pula dan meninggalkan kenangan yang penuh warna.
Pastinya nanti setelah meninggalkan ini semua aku akan bertemu dengan warna-warna yang lainnya, namun betapa beratnya meninggalkan warna-warna ini sekarang. Aku sedih, dan kesedihan itu tercermin dari kegelisahanku dalam menanti semua ini akan berakhir.
Semoga aku kuat menjalankan ini semua.
Pada masa ini aku sudah memasuki tahapan dimana hasil kerja kerasku berupa skripsi akan segera di ujikan. Menunggu kuota terpenuhi yang katanya minimal 9 orang dan pada tahapan menunggu ini aku merasa seperti orang yang kehilangan arah. Apakah dikarenakan ujiannya? Apakah dikarenakan karena sebentar lagi aku akan meninggalkan kota ini beserta seluruh isinya? Atau apakah karena yang lain. Aku masih belum menemukan jawabannya, yang jelas saat ini aku gelisah.
Aku berharap kegelisahan ini segera berakhir, mungkin aku gelisah karena menanti sebuah akhir perjalanan yang hebat di dunia pendidikan ini, meninggalkan orang-orang yang hebat pula dan meninggalkan kenangan yang penuh warna.
Pastinya nanti setelah meninggalkan ini semua aku akan bertemu dengan warna-warna yang lainnya, namun betapa beratnya meninggalkan warna-warna ini sekarang. Aku sedih, dan kesedihan itu tercermin dari kegelisahanku dalam menanti semua ini akan berakhir.
Semoga aku kuat menjalankan ini semua.
Jumat, 13 April 2012
Lulus dan..
Berbeda dengan kondisi akhir pendidikan setingkat SD, SMP dan SMA yang mana para siswa selalu bersama-sama dari pagi hingga sore atau hingga selesai sekolah karena memang sistem pendidikannya seperti itu. Pada saat menginjak dunia perkuliahaan, terdapat perbedaan sistem pendidikan yang mana para mahasiswa hanya mengikuti acara pendidikan sesuai jadwal perkuliahan yang diambilnya, tidak konsisten setiap pagi hingga selesainya acara pendidikan pada masa sekolah setingkat SD, SMP dan SMA. Bagi saya hal tersebut menyebabkan perbedaan dalam hal kedekatan personal antara sesama pelajar. Mungkin bisa dibilang pada masa persekolahan yang tingkatannya dibawah dunia perkuliahan, kedekatan para pelajar begitu erat karena selalu bersama dalam waktu yang telah ditetapkan. Menjelang akhir pendidikan juga terdapat peristiwa yang sangat histeris antara pelajar-pelajar tersebut, banyak yang terharu, sedih dan banyak pula yang tidak bisa menahan isak tangisnya.
Dan sekarang saya dalam kondisi akhir perkuliahan ini, ada perbedaan yang saya rasakan, yaitu tidak adanya kesamaan kelulusan dari setiap pelajar. Ada yang lulus cepat dan ada pula yang lulusnya terlihat agak lama. Sensitifas karena perpisahan yang terjadi antar pelajar tidak sesensitif masa-masa sekolah. Mungkin hanya beberapa yang merasa kehilangan, merasa begitu histeris dan tidak adanya ritual keluluasan seperti yang dilakukan pada masa sekolah seperti corat coret baju ataupun membubuhkan tanda tangan di kaos yang memang telah dipersiapkan sebelumnya. Apakah ini yang namanya proses pendewasaan personal, yang mengambil keputusan dan menentukan sikap untuk kehidupan di masa yang akan datang. tentunya hal tersebut hanya bisa dijawab oleh masing-masing personal.
Dan apakah pribadi ini akan lulus dan mengilang?
Ada seorang kawan yang bilang, hidup itu hanya sekali dan sangat disayangkan apabila kehidupan ini dijalani secara flat (lurus-lurus saja), hidup juga perlu adanya tikungan namun masih tetap ada batasannya. Untuk kasus hidupku, hanya Tuhan yang mengetahuinya karena pribadi ini hanya bisa merencanakannya saja.
Minggu, 04 Maret 2012
Gerimis di Malam Hari
Aku yakin banyak manusia yang bersyukur akan kehadiran hujan, disaat dia datang dan membasahi tanah kering yang menimbulkan aroma khas, disaat dia datang dikala kemarau berkepanjangan menerpa suatu negeri, dan mungkin juga disaat penatnya kehidupan dari kesibukan dunia hujan turun membawa kesejukan. Seperti malam ini, meski bukan hujan yang datang namun pasukan hujan kecil yang biasanya disebut dengan gerimis. Pasukan kecil ini begitu bersemangat untuk membasahi tanah dunia yang hitam karena gelapnya malam, mereka seperti tak mau kalah dengan hujan badai dan hujan-hujan yang bertipe deras lainnya. Jika kebanyakan hujan bertipe deras itu begitu lebat menghantam dunia namun dengan jangka waktu yang biasanya sebentar, beda halnya dengan pasukan kecil ini, mereka konsisten dan menggempur dunia ini dengan jangka waktu yang lebih lama.
Pasukan kecil, kamu telah mencoba mengajarkan aku sebuah kesabaran, kamu menahan jejak langkahku untuk menatap dunia malam ini. Yah, meskipun maksudmu baik untuk menjaga kesuburan tanah dan menjadikan setiap keluarga di tanah ini agar berkumpul dengan keluarga mereka, namun kamu juga membuat sedikit masalah denganku, aku ingin keluar menatap dunia, memenuhi kebutuhan tubuh ini akan energi dan menemui seseorang yang selalu mengkhawatirkan aku. Mungkin kamu ingin aku istirahat saja di kamar karena besok aku dan tubuh ini hendak berpergian jauh, aku terima sajalah apa maumu, yang jelas jika kamu mendengar keluh kesahku ini, mohon sampaikan salamku kepada orang-orang yang aku cinta kalau aku baik-baik saja.
Pasukan kecil, kamu telah mencoba mengajarkan aku sebuah kesabaran, kamu menahan jejak langkahku untuk menatap dunia malam ini. Yah, meskipun maksudmu baik untuk menjaga kesuburan tanah dan menjadikan setiap keluarga di tanah ini agar berkumpul dengan keluarga mereka, namun kamu juga membuat sedikit masalah denganku, aku ingin keluar menatap dunia, memenuhi kebutuhan tubuh ini akan energi dan menemui seseorang yang selalu mengkhawatirkan aku. Mungkin kamu ingin aku istirahat saja di kamar karena besok aku dan tubuh ini hendak berpergian jauh, aku terima sajalah apa maumu, yang jelas jika kamu mendengar keluh kesahku ini, mohon sampaikan salamku kepada orang-orang yang aku cinta kalau aku baik-baik saja.
Sesuatu Yang Baru
Menulis adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi manusia, namun juga bisa menjadi hal yang menjerumuskan kedalam kehancuran atau disebut dengan hal-hal yang negatif. Menulis juga merupakan episode kehidupan manusia yang tertuang dalam sejarah dan bisa bermanfaat bagi kehidupan-kehidupan lain yang ada dimasa yang akan datang. Manusia bisa menjadi produktif dalam menggunakan otaknya dengan cara menulis, tentu kegiatan ini bukan yang utama, namun dengan menulis paling tidak apa yang ada dipikran manusia ataupun apa yang dilihatnya dapat menjadikan inspirasi bagi siapa saja yang membacanya. Dari keberadaan blog ini mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang negatif yang muncul dari pikiran para membaca dan semoga menjadi inspirasi selalu dengan menjadi manusia produktif melalui media tulis-menulis, dan tentunya krikitan-kritikan membangun dapat selalu menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi keberadaan yang sementara di dunia ini.
Langganan:
Komentar (Atom)
